Tinta Masa Depan



Kau bagai tinta dalam kertas kehidupanku, mungkin saja karena kau, kertas kehidupanku bertaburan makna, karena goresanmu membuat kertas itu menjadi berwarna.
kelak memang kau nyata, hadir mu tak memerlukan tanya, entah bertemu di dunia atau di 'sana' karena ku yakin kau adalah jawaban dari tanya hati  ini, kau ajak aku untuk berlari menembus batas kekurangan satu sama lain, kelak ku ingin sampaikan siapapun engkau yang jelas aku tak akan pernah bertanya mengapa engkau yang Allah kirimkan untuk melengkapi separuh perjalan hidup ini.
Yakinku tetap tak goyah bahwa tulang rusuk itu tak akan tertukar.
Hanya sekarang aku meminta pada Tuhan agar diberikan keteguhan untuk menjaga kepingan hati ini hingga tak rusak oleh godaan rasa yang tak bermakna.


Tema 'bunga bangkai'

Mungkinkah tema cerita ini masih sama?
merasa hebat atas laku yang tak ada,
merasa sempurna atas diri yang penuh cela
layaknya bunga bangkai yang menebar pesona
mekarnya diumbar
sedang tiada yang hendak menyangkal, bahwa namanya adalah bunga bangkai dari awalnya,
adalah tulip yang kuncupnya begitu sempurna
yang menyimpan mekar untuk dirinya.

Timur & Barat, berarti sahabat

Kala hidup menuntut manusia untuk saling berinteraksi, kala jaman disesaki dengan mordenisasi, ada pola yang selalu menuntut manusia untuk mewujudkan salah satu kebutuhan  dalam dirinya, kebutuhan untuk saling memahami.
Ya, memahami antara diri kita dan oranglainpun butuh untuk didalami. karena terkadang mendapati bahwa kita tak sama dengan orang lain, kenyataan itu menyakiti.Mendapati bahwa kadang sahabat sejati pun tak satu persepsi, tak memahami maksud di hati atau kadang malah lari membelakangi. Dilema hati.
atas hati yang tak langsung mengerti, sering kali mengundang sisi manusiawi kita, yaitu sakit hati.Benarkah sakit hati itu sifat mendasar pada diri manusia, ah, jawabnya mungkin perlu penggabungan literasi yang memadai.
Baca selengkapnya »

Surat Cinta



Untukmu Rasulullah,
Salam dan shalawat terhantur untukmu kekasih Allah
Yang tuturmu berwibawa sedangkan diammu bersahaja.
Ya rasulullah,
Mungkin memang tak selalu sempurna caraku mengikutimu, kadang tak selalu sama caraku mencintaimu. Namun kalaku coba mengenangmu, membawaku tenggelam dalam kesendirian menuruni baris demi baris kisah heroikmu di masa lalu, menyatu dalam sejarahmu yang memukau dan akhlakmu yang mempesona.
Sungguh semua itu menarik dan menahanku untuk merenungi tentang artimu di hati.
Baca selengkapnya »